TEKNIK INDUSTRI - CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM)
Customer
Relationship Management (CRM) adalah salah satu bentuk aplikasi
Teknologi Informasi (TI) di departemen penjualan atau marketing suatu
perusahaan. Tetapi ide atau nafas dari CRM sendiri tidak lain dan tidak
bukan adalah pelayanan, contoh nyatanya bisa ditanyakan ke penjaga
warung dekat rumah yang mampu menjaga pelanggannya selama
bertahun-tahun.
Artikel
pertama dari penulis akan mencoba memaparkan apa itu CRM, sejarah CRM,
apa yang ada di pasaran, implementasi CRM dan apa keuntungan dan
kerugian yang mungkin terjadi.
1. APA ITU CRM?
Setelah
era digital yang selalu menggunakan “e-“ didepan semua kata seperti
e-commerce, e-book, esales, e-mail, dst, Customer Relationship
Management atau CRM merupakan akronim atau singkatan yang paling populer
dikalangan orang-orang sales dan marketing. Kalau di-bahasa
Indonesia-kan kira-kira adalah Manajemen Hubungan Pelanggan (MHP).Telaah
per katanya adalah sebagai berikut; Pelanggan atau customer,
kata pertama, di kamus bahasa Inggris artinya adalah seseorang yang
berulang kali atau teratur melakukan pembelian kepada seorang pedagang.
Jadi pelanggan adalah orangnya (dalam definisi ini tidak disinggung
tentang kepuasan, mahal-murahnya pembelian, dll). Hubungan atau relationship,
kata kedua, adalah bentuk komunikasi dua arah antara pembeli dan
penjual. Manajemen, kata terakhir, artinya pengelolaan (secara luas
tanpa perlu menjabarkan detail bagaimana mengelola sesuatu). Jadi
definisi diatas kalau digabungkan kira-kira menjadi pengelolaan hubungan
dua arah antara suatu perusahaan dengan orang yang menjadi pelanggan di
perusahaan tersebut.
CRM dalam perkembangannya juga bisa didefinisikan sebagai berikut:
CRM
adalah sebuah istilah industri TI untuk metodologi, strategi, perangkat
lunak (software) dan atau aplikasi berbasis web lainnya yang mampu
membantu sebuah perusahaan
(enterprise, kalau besar ukurannya) untuk mengelola hubungannya dengan para pelanggan, atau
CRM
adalah usaha sebuah perusahaan untuk berkonsentrasi menjaga pelanggan
(supaya tidak lari ke pesaing) dengan mengumpulkan segala bentuk
interaksi pelanggan baik itu lewat telepon, email, masukan di situs atau
hasil pembicaraan dengan staf sales dan marketing,
Atau
CRM
adalah sebuah strategi bisnis menyeluruh dari suatu perusahaan yang
memungkinkan perusahaan tersebut secara efektif bisa mengelola hubungan
dengan para pelanggan. Bingung? Jangan kawatir, para ahli marketing juga
mengatakan bahwa tidak mudah mendefinisikan apa itu CRM. Ini
dikarenakan luasnya cakupan CRM terhadap aktivitas sales dan marketing
yang pada akhirnya menjadi bagian dari manajemen pengetahuan (knowledge
management) dari perusahaan itu sendiri.
Apa
hubungannya dengan TI atau teknologi komputer pada umumnya? Jelas, TI
merupakan bagian terpenting (tapi bukan yang pertama) dari CRM karena
tanpa kemampuan teknologi komputer yang handal untuk mengolah besarnya
informasi yang berhasil dikumpulkan, CRM akan lumpuh dan tidak ada
artinya.
2. SEJARAH CRM
Para
peneliti lebih tertarik untuk mengetahui apa sebenarnya yang melahirkan
CRM. Dengan adanya internet, tembok penghalang yang membatasi pelaku
bisnis baru untuk melakukan penetrasi pasar menjadi sangat kabur, kalau
tidak bisa dikatakan tidak ada. Sekarang seorang pelaku bisnis baru bisa
melakukan bisnisnya dengan rekanan dari luar kota, negara bahkan lintas
benua (asumsi penulis: bisnis dilakukan dengan legal dan benar).Yang namanya ‘indie’ tidak asing lagi di dunia maya ini. Jutawan-jutawan baru lahir karena adanya internet. Tiba-tiba merek (baca: nama besar) tidak berarti lagi.
Di
sisi lain, di pihak pelaku bisnis yang mapan dengan merek besar mereka,
situasi diatas bisa jadi menguntungkan atau malah merugikan. Perbedaan
teknologi sudah tidak penting lagi karena para pemain baru bisa
mendapatkan teknologi yang sama itu dengan gampang. Jadi kalau
perusahaan besar masih mengandalkan produknya (product focus) niscaya
mereka bakal tersusul oleh pemain-pemain baru itu. Hal ini dikarenakan
faktor pembeda produk pemain lama dan pemain baru tidak banyak lagi.
Sebagai contoh: sudah pernah ditawari portabel VCD player bikinan negeri
tirai bambu? Harga yang ditawarkan tidak bisa untuk membeli walkman
merek negeri sakura yang berteknologi auto reverse dan super-duper bass.
Tetapi, umur produknya tidak beda jauh jika dipakai sama hati-hatinya.
Teknologi lasernya sama persis. Bahkan feature-nya tidak kalah
dan garansinya bisa diminta. Karena hal inilah perusahaan-perusahaan
besar (enterprise) mencoba mengganti arah bisnis mereka fokus ke
pelanggan (customer focus). Fakta
mengatakan bahwa biaya untuk mendapatkan pelanggan baru bisa 10 kali biaya untuk menjaga
pelanggan yang sudah ada.
Sementara itu pelanggan juga memiliki kecenderungan untuk tidak hanya ‘transaksional’,
beli
barang – dapat barang – selesai, tetapi ingin lebih, beli barang –
memilih service – dapat barang dan service – beli lagi. Sehingga
pelanggan menginginkan hubungan dua arah dengan perusahaan-perusahaan
yang mampu memberikan pelayanan tambahan tanpa terasa ‘mahal’. Selain
kecenderungan naiknya kompetisi global diatas dimana produk-produk yang
ada sangat sulit dibedakan, kecenderungan lain yang melahirkan CRM
adalah majunya teknologi manajemen data yang memungkinkan disimpannya
jutaan data dalam satu sistem tunggal. Dua puluh tahun yang lalu,
informasi tentang pelanggan akan disimpan dalam dua puluh sistem yang
berbeda dan tidak ada teknologi yang mampu mengelola informasi kompleks
tentang pelanggan. Data yang ada bisa dari telepon, email, faksimili,
tulisan tangan staf sales dan marketing, kartu nama, dll.
CRM
berawal sekitar tahun 1990-an sebagai langkah logis setelah rame-rame
Enterprise Resource Planning (ERP). Satu faktor lagi yang melahirkan CRM
adalah penelitian marketing oleh PIMS yang menyimpulkan bahwa
“pelanggan yang menggerutu tidak puas akan bercerita kepada sekitar 7-10
orang temannya sedangkan pelanggan yang puas akan merekomendasikan
perusahaan bersangkutan ke 3-4 teman mereka.
3. APA YANG ADA DI PASARAN
AMR
Research melaporkan beberapa penyedia software CRM seperti Siebel
Systems, Clarify (Nortel Networks), PeopleSoft dan Oracle sebagai
pemimpin pasar. Juga beberapa perusahaan kecil kompetitif seperti
SalesLogix, Onyx Software, Pivotal, E.piphany, Kana dan Silknet
Software. Sementara itu perusahaan-perusahaan penyedia jasa profesional
CRM sebagai pemimpin pasar misalnya Accenture, Art Technology Group,
Cambridge Technology Partners, CSC, Deloitte Consulting, EDS, eLoyalty,
Cap Gemini Ernst & Young, IBM Global Services, KPMG Consulting dan
PriceWaterhouseCoopers.
4. IMPLEMENTASI CRM
Untuk
mengimplementasikan sebuah strategi CRM, diperlukan paling tidak 3
(tiga) faktor kunci yaitu (1) orang-orang yang profesional (kualifikasi
memadai), (2) proses yang didesain dengan baik dan (3) teknologi yang
memadai (leading-edge technology). Tenaga yang profesional tidak saja
mengerti bagaimana menghadapi pelanggan tetapi juga mengerti cara
menggunakan teknologi (untuk CRM). Apapun tanpa desain yang baik akan
gagal, begitu juga CRM. Perusahaan pengguna CRM harus sudah mengetahui
tujuan (business objectives) dan tuntutan bisnis (business requirements)
yang diinginkan dari implementasi CRM ini. Teknologi CRM paling tidak
harus memiliki elemen-elemen berikut:
- Aturan-aturan Bisnis:
tergantung dari kompleksitas transaksi, aturan-aturan bisnis harus
dibuat untuk memastikan bahwa transaksi dengan pelanggan dilakukan
dengan efisien. Misalnya pelanggan dengan pembelian besar yang
mendatangkan keuntungan besar harus dilayani oleh staf penjualan senior
dan berpengalaman, dst.
- Penggudangan Data (data warehousing):
konsolidasi dari informasi tentang pelanggan harus dilakukan dalam satu
sistem terpadu. Hasil analisa harus mampu menampilkan petunjuk-petunjuk
tertentu tentang pelanggan sehingga staf penjualan dan marketing mampu
melakukan kampanye terfokus terhadap grup pelanggan tertentu. Nantinya
gudang data ini juga harus mampu menaikkan volume penjualan dengan
cross-selling atau up-selling.
- Situs (web):
jelas CRM harus memiliki kemampuan swalayan. Hanya aplikasi berbasis
situs (web based) yang bisa mendukung ini. Pelanggan bisa melakukan
transaksi sendiri, tahu berapa yang harus dibayar, dsb.
- Pelaporan (reporting):
teknologi CRM harus mampu menghasilkan laporan yang akurat dan
komprehen, nantinya berguna untuk menganalisa kelakuan pelanggan, dll.
- Meja Bantu (helpdesk):
teknologi yang mampu mengintegrasikan informasi pelanggan ke aplikasi
meja bantu akan menunjukkan ke pelanggan seberapa serius sebuah
enterprise menangani pelanggannya.
Banyak
perusahaan menawarkan solusi-solusi CRM yang ‘tinggal pakai’ yang
memiliki tingkat fungsionalitas yang beragam. Biasanya produk-produk ini
sudah cukup memadai. Tetapi bukan itu yang membuat sukses implementasi
CRM. Bisnis proses yang terintegrasi dan konsolidasi data yang sudah ada
saat implementasi CRM yang bakal menjamin suksesnya CRM itu sendiri.
Pertanyaan mendasar yang muncul paling awal adalah apakah sebuah
perusahaan perlu CRM? Menurut penulis, jawabannya, perlu! Karena dengan
tren bisnis yang ada, tujuan utama sekarang adalah meningkatkan
loyalitas pelanggan ke perusahaan kita. Dengan loyalitas pelanggan yang
meningkat, kelangsungan bisnis masa depan bisa berlanjut.
Perusahaan-perusahaan yang menerapkan CRM mendapatkan pengertian yang
lebih baik tentang pelanggan mereka dan kebutuhan mereka.
Dikombinasikan
dengan penggudangan data, bank data dan meja bantu atau pusat panggilan
(call center), CRM membantu perusahaan untuk mengumpulkan dan
menganalisa informasi tentang sejarah pelanggan, apa-apa yang menjadi
kesenangannya, apa saja keluhannya dan bahkan data lain untuk
mengira-ira apa yang pelanggan akan beli di masa datang.
4.1. KEUNTUNGAN CRM
CRM
membantu perusahaan untuk mengembangkan produk baru berdasarkan
pengetahuan yang lengkap tentang keinginan pelanggan, dinamika pasar dan
pesaing dengan cara:
Ø Menjaga pelanggan yang sudah ada
Ø Menarik pelanggan baru
Ø Cross Selling: menjual produk lain yang mungkin dibutuhkan pelanggan berdasarkan pembeliannya
Ø Upgrading: menawarkan status pelanggan yang lebih tinggi (gold card vs. silver card)
Ø Identifikasi kebiasaan pelanggan untuk menghindari penipuan
Ø Mengurangi resiko operasional karena data pelanggan tersimpan dalam satu sistem
Ø Respon yang lebih cepat ke pelanggan
Ø Meningkatkan efisiensi karena otomasi proses
Ø Meningkatkan kemampuan melihat dan mendapatkan peluang
Ø Dan lain sebagainya
Salah satu contoh CRM yang bagus adalah situs www.amazon.com dimana
pelanggan tidak hanya mendapat pengalaman yang menyenangkan selama
membeli buku tetapi juga bisa melihat sejarah pembelian, melihat
rekomendasi tentang sebuah buku, memonitor pengiriman, mendapat
informasi terbaru, dll. Atau di www.gramediaonline.com.
4.2. MASALAH CRM YANG MUNGKIN TERJADI
Yang
perlu dipahami adalah bahwa teknologi merupakan bagian terakhir untuk
melengkapi seluruh proses CRM. Teknologi bukan segalanya dalam CRM,
teknologi bisa dibawa belakangan dan teknologi siap pakai sudah
tersedia. Yang utama adalah persiapan proses bisnis, tujuan
implementasi, sampai sedalam apa CRM mau digunakan, sejauh mana hubungan
dengan pelanggan mau dibina, data atau sistem apa yang sudah dan sedang
digunakan. Luangkan sedikit ekstra waktu untuk menjawab semua itu baru
setelah itu memikirkan biaya, skala, servis yang dibutuhkan, penyedia
jasa yang diperlukan, konsultan pendidik yang harus didatangkan dan
solusi CRM macam apa yang vendor tawarkan.
Masalah fatal dan besar yang mungkin terjadi, seperti aplikasi TI lainnya, adalah terbuangnya feature atau
kelebihan-kelebihan yang ditawarkan TI secara percuma. Pelanggan tetap
mengeluh, hubungan dengan pelanggan tetap transaksional, tidak ada
peningkatan efisiensi, staf sales dan marketing masih saling
menyembunyikan data, profit perusahaan yang stagnan, dll.
CRM atau Customer Relationship Management adalah sebuah terobosan yang
melatarbelakangi pembuatan strategi bisnis berbasis customer. Tujuan
utamanya adalah meningkatkan kepuasan pelanggan. Sedangkan tujuan
akhirnya adalah memaksimalkan keuntungan dan pendapatan. CRM sudah
dilengkapi dengan analisis customer, vendor, partner, proses informasi
internal dan penyimpanan. Sedangkan fungsi-fungsi lain yang mendukung
CRM adalah sales, marketing, training, pengembangan profesional,
manajemen performa, human resource development, dan kompensasi. CRM
adalah salah satu syarat vital bagi bisnis anda untuk memasuki fase
berikutnya. Nah, berikut adalah sejumlah aplikasi CRM yang ada di dunia
Vtiger (https://www.vtiger.com/id/)
merupakan solusi aplikasi CRM paling populer. Aplikasi ini membantu
perusahaan untuk mengorganisir dan memelihara informasi secara efisien
di dalam segala aspek yang berkaitan dengan customer. Fitur – fitur inti
di dalamnya antara lain:
1. Customer Relationship Management: Membantu manage semua data-data
customer, dari Accounts, Contact sampai Prospect atas customer yang
bersangkutan.
2. Sales Force Automation: Melakukan penjualan produk dan billing atas
customer. Terdapat menu Quotation, Sales Order hingga Invoice.
3. Customer Service Tracking: Menampilkan layanan purna jual di dalam
perusahaan. Baik itu complaint maupun service produk. Bisa ditelusuri
juga sudah sampai sejauh manakah service customer yang bersangkutan.
4. News Service: Semacam memo atau notes yang membantu kita mengingatkan akan hal-hal kecil yang mudah terlupakan.
5. Corporate Calendar: Mencatat semua event / kalender penting bagi
aktifitas perusahaan. Semua jadwal atau agenda kerja akan muncul di menu
ini.
6. Analytical Reports: Menyediakan laporan-laporan yang sudah teranalisis dengan baik oleh system.
7. Material Management: Berisi fitur mengenai management produk di dalam
perusahaan. Baik dari segi produk sampai penambahan dari segi pembelian
(Purchase Order) dan pengurangan produk dari segi Penjualan (Sales Order danInvoice).
8. Synchronization: Fitur yang bertujuan untuk mensikronisasi antara Vtigerdengan aplikasi email semacam Microsoft Outlook dan Mozilla Thunderbird.
Salesforce (http://www.salesforce.com/)
menyediakan segala kebutuhan untuk mengelola penjualan dan layanan
(untuk semua bisnis). Aplikasi ini sudah terintegrasi dengan sistem
Cloud, dengan beberapa fitur seperti:
1. Sales Cloud: Mampu memaksimalkan penjualan, meningkatkan pendapatan, produktivitas dan visibilitas dalam bisnis.
2. Services Cloud: Transformasi layanan pelanggan dan menciptakan hubungan yang baik dengan mereka.
3. Marketing cloud: Memantau dan berpartisipasi dalam jejaring sosial.
4. Salesforce Platform and AppExchange: Membuat aplikasi sosial yang
inovatif, mobile dan real-time pada platform yang dapat digunakan oleh
lebih dari 100.000 pelanggan.
5. Salesforce Chatter: Membuat proses bisnis dalam hal sosial. Berkolaborasi secara real time dari mana saja.
Zoho (http://www.zoho.com/)
menawarkan manajemen campaign, email marketing, dan lead generation
melalui berbagai sumber, seperti website, import data lead dan
lain-lain. Terutama berguna untuk mengintegrasikan organisasi penjualan
Anda dan kegiatan pemasaran.
Dengan Zoho, Anda dapat secara efektif merencanakan campaign marketing,
melaksanakan email campaign, hingga melacak pengeluaran marketing.
Selain itu, campaign manajemen terpadu dengan otomatisasi tenaga
penjualan akan membantu organisasi Anda dalam mengukur kinerja, laba
atas investasi (ROI) dan efektivitas campaign.
SugarCRM (http://www.sugarcrm.com/)
adalah aplikasi CRM yang katanya terbaik di lingkungan Open Source.
SugarCRM dapat digunakan oleh berbagai perusahaan, dari mulai UKM hingga
perusahaan besar. SugarCRM dapat dengan mudah beradaptasi pada berbagai
lingkungan bisnis dengan menawarkan banyak fleksibilitas, alternatif
biaya yang murah, hingga ke solusi propertiary atau berbayar.
Dalam pengembangannya, SugarCRM melibatkan banyak narasumber. Dari mulai
operator aplikasi CRM, para pelanggan, pengembang, dan para ahli.
Mengimplementasikan CRM bukan sekedar terbatas di instalasi dimana anda
tinggal pakai saja. Anda juga perlu upaya berkelanjutan untuk membangun
statistik customer dari nol, hingga ke titik dimana anda dapat
memanfaatkan data-datanya untuk mengatur strategi marketing anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar